24 Auditor BPK RI Perdalam Audit Pengelolaan Lingkungan di Belanda

Jakarta, Kamis (27 Mei 2010) – Badan Pemeriksa Keuangan RI bekerja sama dengan Netherlands Education Support Office (NESO) mengirim 24 auditor BPK RI untuk mengikuti pelatihan audit pengelolaan lingkungan di Institute Housing and Urban Management (IHS) Erasmus University, kota Rotterdam, Belanda. Pelatihan audit yang akan berlangsung selama tiga minggu tersebut dibiayai oleh Studeren in Nederland (StuNed). Pelepasan peserta pelatihan dilakukan di Kantor Pusat BPK RI, Jakarta, pada Kamis (27/5) dengan disaksikan langsung oleh Ketua, Wakil Ketua, dan para Anggota BPK RI, Direktur Nuffic-NESO Indonesia, Marrik Bellen, serta jajaran pejabat tinggi BPK lainnya.

Peserta pelatihan yang 11 di antaranya adalah perempuan akan mengikuti pelatihan mulai 30 Mei sampai dengan 26 Juni 2010. Seluruh peserta berasal dari berbagai auditorat BPK termasuk BPK perwakilan dari enam provinsi, yaitu NAD, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan NTT.

Badan Pemeriksa Keuangan telah membentuk Sub Auditorat IV.B.2 sejak 2007 untuk mengembangkan strategi, melaksanakan, serta mengkoordinasikan kegiatan audit pengelolaan lingkungan. Jumlah staf yang hanya 25 auditor dirasakan masih kurang untuk menangani audit tersebut di seluruh wilayah, terlebih lagi belum ada petunjuk teknis yang memadai untuk melaksanakan audit pengelolaan lingkungan. Untuk itu, pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas auditor dalam memformulasikan dan mengintegrasikan konsep lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dalam semua bentuk audit.

“Penerapan audit pengelolaan lingkungan akan membantu pemerintah Indonesia dalam menerapkan pembangunan yang berkelanjutan. Kami bangga BPK memilih IHS Belanda sebagai tempat memperdalam ilmu audit pengelolaan lingkungan, karena IHS memiliki ahli di bidang ekonomi lingkungan, kajian dampak lingkungan, audit pengelolaan lingkungan, sekaligus spesialis untuk Training of Trainer. Ini akan membantu peserta untuk memperoleh ilmu audit pengelolaan lingkungan secara komprehensif sekaligus untuk menyebarluaskan ilmu yang telah diperoleh,” demikian ungkap Marrik Bellen saat menyampaikan sambutannya.

Pelaksanaan pelatihan tidak hanya dilakukan di ruangan kampus tetapi juga kunjungan ke instansi-instansi terkait untuk menggali pengalaman pemerintah Belanda dalam menerapkan audit pengelolaan lingkungan. Kunjungan dilakukan antara lain ke Algemene Rekenkamer (lembaga setingkat BPK) dan melihat pengelolaan audit perusahaan tambang terbuka di Zuid Limburg. Selesai pelatihan, akan diselenggarakan tiga hari lokakarya untuk menyiapkan draf petunjuk teknis pelaksanaan audit pengelolaan lingkungan. Pada Desember 2010 petunjuk teknis audit pengelolaan lingkungan diharapkan selesai penyusunannya untuk mulai disebarluaskan dan dilaksanakan.

“Program pelatihan ini menjadi salah satu langkah penting bagi BPK dalam meningkatkan kualitas SDM dan dalam pembangunan sistem yang dapat memformulasikan dan mengintegrasikan konsep lingkungan dan pembangunan berkelanjutan dalam semua bentuk audit,” tegas Ketua BPK, Hadi Purnomo.

StuNed pernah mendanai dua tailor made training kepada BPK pada tahun 2006 dan 2008 di bidang training untuk mengaudit proyek-proyek yang berkaitan dengan PU dan infrastruktur.  BPK berharap program ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun yang akan datang. Hal ini untuk meningkatkan kapasitas auditor BPK RI dalam melaksanakan tugas pemeriksaan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

BIRO HUMAS DAN LUAR NEGERI

Beasiswa StuNed
StuNed, singkatan dari Studeren in Nederland, atau studi di Belanda, adalah program beasiswa yang merupakan bagian dari kebijakan kerja sama pembangunan pemerintah Belanda yang bertujuan untuk mendukung pencapaian¬† “UN Millenium Development Goals” pada tahun 2015. Kerangka kerja sama bilateral dengan Indonesia tercantum dalam Multi-Annual Strategic Plan 2008-2011 (MASP) yang bertujuan meningkatkan kerja sama bilateral dan memberikan dukungan kepada Indonesia dalam rangka mewujudkan target pembangunan jangka menengah.

Nuffic Neso Indonesia
Nuffic Neso Indonesia adalah organisasi non-profit yang ditunjuk resmi dan didanai oleh pemerintah Belanda untuk menangani berbagai hal yang berkaitan dengan pendidikan tinggi Belanda. Neso Indonesia adalah perwakilan Nuffic, organisasi Belanda yang menangani kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi. Neso Indonesia menyediakan informasi serta memberikan konsultasi secara cuma-cuma mengenai lebih dari 1.450 program studi yang diberikan dalam bahasa Inggris. Neso Indonesia juga memprakarsai dan memfasilitasi kerja sama di bidang pendidikan tinggi antara institusi di Indonesia dan Belanda. Bersama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Indonesia, setiap tahun Neso Indonesia menawarkan program beasiswa bagi sekitar 300 warga negara Indonesia dalam bentuk program master dan pelatihan.

Untuk informasi lebih lanjut pada Nuffic Neso Indonesia, silakan hubungi:
Ariono Hadipuro
Telp: 5290 2172 ext. 212
E-mail: ariono.hadipuro@nesoindonesia.or.id

Format PDF